Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah SMP Bogor

Sholat Iedul Adha 1440 H Di Khoiru Ummah SMP Bogor

STP Khoiru Ummah SMP Bogor – Ahad 11 Agustus 2019 STP Khoiru Ummah SMP Bogor menyelenggarakan Sholat Iedul Adha 1440 H di kampus/lapangan khoiru ummah SMP Bogor yang diikuti oleh siswa-siswa SMP-SMA dan warga masyarakat sekitar.

Yang bertugas menjadi khatib ialah KH Harun AlRasyid (selaku Mudir STP Khoiru Ummah SMP Bogor) dan Imam oleh Ust M.Syauqi Ilallah (koordinator Tahfizh & Tahsin)

Berikut Isi teks Khutbah yang disampaikan,

KEIMANAN YANG HAKIKI

الله أكبر الله أكبر الله أكبر        الله أكبر الله أكبر الله أكبر             الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْه,  وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ,  وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Gema Takbir,tahlil,dan tahmid berkumandang diseluruh pelosok bumi menggetarkan jiwa-jiwa yang suci.  Jutaan bahkan milyaran kaum muslimin, demikian juga tidak terhitung makhluk Allah SWT memuji dan mensucikan Allah, Dzat Yang Mahasempurna dan Mahasegalanya. Dia lah satu-satunya dzat yang layak dipuja, dipuji dan diagungkan. Sementara kita adalah makhluk yang hina dina,lemah tak berdaya, kecuali jika diberi kekuatan oleh Allah SWT. Karena itu kita tidak layak mengharap dipuji,dipuja apalagi diagungkan. Karena itu kita memohon agar Allah SWT membersihkan hati kita dari sifat riya, sum’ah,ujub dan takabbur dan semoga Allah SWT anugrahkan kepada kita sifat Ikhlash,tawadhu’, zuhud dan wara’.  Kita juga tidak bernilai apa-apa di hadapan Allah SWT,kecuali jika kita ta’at kepadaNya, beriman dan bertaqwa, Tunduk patuh menjalankan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya, tanpa memilih-milih dan memilah-milah menurut selera kita.

Sholawat, salam dan keberkahan semoga tercurah kepada makhluk yang paling mulia, teladan kita baginda. Rasulullah Muhammad SAW. Baliau diutus dengan membawa aturan hidup yang sempurna dan sat-satunya yang diridhoi Allah SWT, yaitu Islam, agar menjadi rahmat bagi seluruh alam. Yakni Aturan Islam jika ditegakkan akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh makhluk : manusia, jin, hewan, tumbuhan dan lain-lain..

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Tidak terasa waktu terus bergulir , serasa belum lama  ibadah haji dan pelaksanaan sholat iedul adha serta penyembelihan hewan qurban tahun lalu kita laksanakan,  kini kita sudah memasuki kembali bulan dzul hijjah 1440 H. Ini berarti umur kita  hakikatnya  sudah semakin berkurang mendekati ajal kita masing-masing, walaupun kita sering menganggapnya umur kita bertambah. Maka hal terbaik yang harus kita lakukan di sisa umur kita masing2  adalah selalu banyak mengingat kematian dan mempersiapkan bekal terbaik untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai orang yang cerdas . Diriwayatkan ada seorang anshar menemui rasulullah SAW dan bertanya :

يا رسول الله اي المؤمنين افضل ؟ قال : احسنهم خلقا”  قال : اي المؤمنين اكيس ؟ قال :” اكثرهم للموت ذكرا واحسنهم لما

بعده استعدادا ,اولئك الاكياس  (رواه ابن ماجه)

 

Karena itu mari sejenak kita evaluasi dan sekaligus introspeksi atas apa yang sudah   kita lakukan selama ini. Apakah kita sudah sungguh-sungguh mengisi tiap detik hidup kita dengan amal-amal  yang terbaik (niatnya paling ikhlash dan caranya paling benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW) sebagai bekal kita untuk kehidupan setelah kematian atau belum ? Kenapa harus amal yang terbaik bukan amal yang terbanyak ? Karena Allah lebih melihat kualitas amal kita daripada kuantitas, sebagaimana firmanNya :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَالْعَزِيزُ الْغَفُورُ (الملك : ٢

”Dia lah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah diantara kalian yang amalnya terbaik, Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “ (QS. Al Mulk : 2)

yakni yang paling ikhlas niatnya dan paling benar caranya sesuai sunnah rasulullah saw.

Bagi yang sudah bersungguh-sungguh mengisinya dengan amal-amal yang terbaik, bersyukurlah kepada Allah Ta’ala atas karunianNya.  Tapi bagi kita yang belum,  mari segera bertaubat memohon ampun atas dosa dan kelalaian kita karena kita telah menyiakan-nyiakan nikmat umur yang telah Allah anugrahkan, berarti kita tidak mensyukurinya padahal nikmat umur, juga nikmat-nikmat yang lainnya pasti akan diminta pertanggungjawaban.

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. (QS. At –Takasur : 8)

Syukur nikmat sejatinya adalah  menggunakan nikmat untuk meng-esakan Allah dan mentaati-Nya,sementara kufur nikmat adalah menggunakan nikmat untuk menyekutukan Allah dan mendurhakai Nya, demikian penjelasan dalam Tafsir Jalalain atas firman Allah dalam qs. Ibrahim : 7.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ  وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim [14]:7).

Mudah-mudahan Allah ta’ala berkenan mengampuni dosa dan kelalaian kita serta masih memberikan  kesempatan  sehingga kita bisa memperbaikinya. 

Allahu Akbar 3x walillahil hamd

Hadirin rahimakumullah,

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari hari raya iedul adlha ini, dimana didalamnya juga ada penyembelihan hewan qurban dan sebelumnya ibadah  haji. Pelajaran yang utama adalah perjuangan dan  pengorbanan untuk membuktikan keimanan yang hakiki. Karena keimanan pasti akan diuji agar menjadi bukti sejauh mana kualitas keimanan kita.

Allah SWT berfirman :

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka  dibiarkan saja mengatakan :”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar (keimanan mereka) dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (dalam keimanannya).  (QS. Al-Ankabut : 1-2)

 

Ayat ini menjelaskan bahwa keimanan tidak cukup hanya dengan pengakuan atau percaya saja, akan tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan, yakni siap berkorban dalam rangka keta’atan kepada Allah SWT dan Rasul Nya. Sebab kalau hanya pengakuan,  Iblis pun bisa melakukannya.

 

Iblis Mengakui Allah sebagai tuhannya :

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Iblis berkata : “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan (QS. Shaad,38 : 79)

 

Iblis mengakui kekuasaan Allah :

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis menjawab : “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Mu yang mukhlish diantara mereka “ (QS. Shad : 82 – 83)

 

Pernah tinggal di Surga

Allah berfirman :

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ

 “Maka keluarlah kamu dari surga,sesungguhnya kamu terkutuk (QS. Shaad : 77)

 

Mengakui kebenarean janji Allah SWT :

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih (QS. 14 : 22)

Jadi Iblis sangat percaya kepada adanya Allah SWT dan mengakui sebagai tuhannya, tetapi Iblis tergolongng kufur bukan karena tidak percaya adanya Allah akan tetapi tidak ta’at kepada Allah SWT dan menyombongkan diri.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS. 2 :34)

Iblis juga memiliki sifat ujub,yaitu merasa lebih baik dari yang lain.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al-A’raf : 12)

 

Semoga kita terhindar dari sifat-sifat yang demikian….amiin.

Sebaliknya sikap orang-orang yang beriman adalah tunduk patuh ta’at kepada Allah SWT apapun perintah dan laranganNya.

Allah SWT berfirman :

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. 4 : 65)

 

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS. Al Ahzab : 36)

Rasulullah SAW bersabda :

لايؤمن احدكم حتى  يكون هواه تبعا لما جئت به

Tidak (sempurna) iman salah seorang dari kalian, hingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang aku bawa (Islam)” (HR. Ath-Thabrani, Imam An-Nawawy menshahihkan)

 

Dari dalil – dalil di atas jelaslah bahwa konsekuensi dan bukti  iman adalah ta’at,tunduk patuh kepada Allah SWT dan rasul Nya,  menjalankan syariah Nya secara kaffah

 

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt.

Keta’atan, kepasrahan, ketundukan total dan siap berkorban apapun kepada Allah,  itulah sikap yang ditunjukkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS dan keluarganya.

Nabi Ibrahim AS  ta’at kepada perintah Allah SWT untuk meninggalkan Isteri dan anaknya yang masih bayi di padang pasir yang sangat panas,gersang dan tidak berpenghuni. Sebuah wilayah yang kalau diukur dengan akal manusia adalah  tempat yang sangat membahayakan bagi kehidupan, apalagi bagi seorang wanita yang baru melahirkan dengan seorang bayi, tanpa disertai suaminya.

Isterinya juga ta’at kepada Allah SWT,  bersedia ditinggalkan oleh suaminya di tempat seperti itu, karena Allah.

Nabi Ibrahim juga ta’at ketika diperintahkan menyembelih anak kesayangannya, anak yang sangat diharapakan kehadirannya dan setelah kl 13 tahun berpisah dan saat sudah bertemu kembali  harus berpisah untuk selama-lamanya dengan cara yang  sangat terasa berat baik menurut akal maupun perasaan, yaitu disembelih.

Anaknya juga demikian ta’at kepada Allah SWT, bersedia disembelih sekalipun resikonya harus kehilangan nyawanya.

Meraka sangat yakin bahwa Allah SWT tidak mungkin memberikan ujian yang diluar batas kemampuan manusia, dan mereka pun sangat yakin bahwa Allah SWT pasti menolong hamba-hamba Nya yang ta’at kepada Nya, tidak akan menyia-nyiakannya dan pasti akan membalasnya dengan kebaikan..

Inilah potret keluarga yang siap berkorban apapun untuk memenuhi perintah Allah SWT sebagai bukti keimanannya yang sangat kuat.

Peristiwa ini sebagaimana diabadikan oleh Allah SWT dalam al Quran surat Ashshoffat : ayat 100 – 111 :

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

100
Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ

101

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

102
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

103
Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ

104
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

105
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ

106
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

107
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ

108
(yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.

سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

109
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

110
Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

111

Jadi jelaslah bahwa keimanan itu pasti diuji baik dengan perintah,larangan, nikmat maupun mushibah. Siapa yang ta’at ketika diperintah maupun dilarang; bersyukur ketika diberi nimat; dan bersabar ketika diberi musibah;  maka itulah orang- orang yang lulus dalam ujian keimanannya. Dan orang-orang yang lulus akan mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT.

Mudah-mudahan kita menjadi hambaNya yang lulus dalam ujian keimanan sehingga meningkatkan derajat kita di sisi Allah SWT. Amiin ya robbal ‘alamiin

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt.

Jika kita mencermati keadaan hari ini maka tampaklah di hadapan kita belum semua hukum Allah SWT tegak didalam kehidupan kita. Mayoritas aturan hidup dari  Allah SWT  dicampakkan,diganti dengan aturan hidup sekulerisme yang darinya lahir Demokrasi dalm bidang politik, kapitalisme dalam bidang ekonomi, dan liberalisme dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam masalah pergaulan. Inilah sesungguhnya yang merusak kehidupan kita dan menjauhkan kita dari keimanan yang hakiki.

Maka marilah kita jadikan ini sebagai ladang amal kita untuk membuktikan keimanan kita yaitu berjuang dan berkorban demi tegaknya aturan hidup Islam secara kaffah dalam naungan khilafah Islamiyah sehingga kehidupan negeri kita khususnya dan dunia pada umumnya dipenuhi dengan  berbagai keberkahan dan kebaikan,rahmatan lil alamin…

بارك الله لي ولكم  بالقران العظيم ونفعني واياكم  بما فيه من الايات والذ كرالحكيم وتقبل منا ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم اقول قولي هذا واستغفروا الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

 

 

Akhirnya marilah kita  berdoa kepada Allah SWT:

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَ اقْسِمْ لَنَا مِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا. وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka“